Jatuh Cinta, Katakan atau Diam?

ameliaasru.blogspot.com
ameliaasru.blogspot.com

Kita gak pernah tau kapan, di mana, dan pada siapa akan jatuh cinta. Yang pasti ketika rasa itu datang kita akan merasa sangat bahagia. Semua yang ada di dunia ini seolah jadi menyenangkan. Rasanya seperti ada bunga yang sedang tumbuh di hati ini, kemudian merekah dengan indah.

Cinta memang indah, tapi ia gak seramah yang kita bayangkan. Cinta gak bisa pura-pura ditiadakan. Kadang, muncul hasrat untuk ungkapin semuanya pada seseorang yang kita cinta. Perasaan itu meletup-letup, membuat hati bergejolak, dan seolah ingin meledak. Iya, cinta bekerja sebagaimana mestinya. Masalahnya, gak semua orang bisa mengungkapkannya. Beberapa alasannya seperti berikut:

  • Takut ditolak
  • Takut dia jadi menjauh
  • Takut persahabatannya rusak (kalo suka sama sahabat sendiri)
  • Seseorang yang dicinta udah mencintai orang lain

Ya, alasan-alasan tersebut membuat seseorang memilih diam memendam perasaannya sendiri. Dia terlalu pengecut untuk menelan pahitnya hidup andai kata ditolak. Padahal mestinya kita harus ngerasain segala rasa dalam hidup ini, supaya hidup terasa lebih berwarna dan berarti.

Lagian, hidup itu cuma sekali. Selagi ada kesempatan kenapa gak dicoba? Kita gak akan pernah tau hasil dari suatu hal kalo kita gak pernah berani buat ngelakuinnya.

Hidup ini terlalu singkat untuk jadi seorang pengecut.

Kalo kita berani ungkapin, seenggaknya kita akan tau hasilnya. Dia juga suka atau enggak. Kalo suka, ya selamat. Kalo enggak, ya selamat juga. Selamat berpetualang lagi mencari hati yang bisa menyambut hatimu. Gak perlu lagi gelisah memendam perasaan. Gak perlu lagi bertanya-tanya ‘dia juga suka apa enggak ya?’. Yang terpenting, gak perlu lagi korbanin perasaan sendiri.

Kalo diam, ya kita gak akan tau bagaimana perasaan dia. Hati akan terus cemburu kalo dia deket sama yang lain. Mengagumi tanpa pernah diketahui. Menebak-nebak, dan selalu menebak-nebak perasaannya.

Hidup selalu soal pilihan. Dan semua orang bebas nentuin pilihannya masing-masing, asal dia juga bisa terima resiko atau konsekuwensi dari setiap pilihannya. Sebab dia sendiri yang tau hidupnya mau seperti apa.

So,

KATAKAN ATAU DIAM?

Comments

comments